oleh

Antrean BBM di Bali Bikin Petugas SPBU Kewalahan, Mbok Indrayani Mengaku Tidur Cuma 2,5 Jam

-CAKRA BALI-24 Dilihat

BALI – Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Bali tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga dirasakan oleh para petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang harus bekerja ekstra untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Salah satu keluhan tersebut disampaikan oleh seorang pegawai SPBU bernama Mbok Indrayani melalui video yang diunggah oleh akun media sosial @gedu_satriawan. Dalam video tersebut, ia menceritakan kondisi yang dialaminya saat harus menjalani jam kerja tambahan di tengah meningkatnya aktivitas pelayanan BBM.

Mbok Indrayani mengaku harus bekerja lembur hingga hampir 12 jam. Padatnya aktivitas pekerjaan juga membuat waktu istirahatnya sangat terbatas, bahkan ia menyebut hanya memiliki waktu tidur sekitar 2,5 jam.

Kondisi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi para petugas SPBU dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi antrean BBM yang belum sepenuhnya terurai.

Di tengah meningkatnya kebutuhan BBM, operasional sejumlah SPBU di Bali diperpanjang hingga 24 jam untuk membantu melayani masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memperluas waktu pelayanan dan mengurangi kepadatan antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM.

Namun, di balik upaya menjaga pelayanan tetap berjalan, terdapat para petugas yang harus menghadapi peningkatan beban kerja. Pengaturan jadwal kerja, pembagian sif, serta kecukupan waktu istirahat menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Kelelahan akibat jam kerja panjang dan kurang tidur juga berpotensi memengaruhi konsentrasi petugas saat menjalankan tugas, terutama dalam lingkungan kerja yang membutuhkan ketelitian dan kewaspadaan.

Karena itu, upaya mengatasi persoalan antrean BBM tidak hanya perlu berfokus pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, tetapi juga harus memperhatikan kondisi para pekerja yang berada di garis depan pelayanan.

Kondisi yang dialami Mbok Indrayani menjadi pengingat bahwa dampak antrean BBM tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang harus mengantre, tetapi juga oleh para pekerja yang berupaya memastikan pelayanan tetap berlangsung.

Masyarakat berharap distribusi BBM di Bali segera kembali normal sehingga antrean kendaraan dapat berkurang dan aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu.

Di sisi lain, pengelola SPBU juga diharapkan memastikan pembagian jam kerja dan waktu istirahat petugas tetap memadai, khususnya selama operasional diperpanjang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pelayanan yang optimal tentu membutuhkan dukungan tenaga kerja yang sehat, cukup istirahat, dan mampu menjalankan tugas dengan aman.

Di balik setiap antrean BBM, ada petugas yang terus bekerja. Menjaga kelancaran pelayanan penting, tetapi memastikan keselamatan dan kesejahteraan para pekerja juga tidak kalah penting.**

 

Sumber: Akun media sosial @gedu_satriawan.