PASANGKAYU | Cakrabali.com – Kegiatan Perlombaan Utsawa Dharmagita Tingkat Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 berlangsung meriah di Kawasan Pura Baras 9, Kecamatan Lariang, Jumat (23/6/2026). Mengusung tema “Samwacana Sarwa Bhawana” Penguatan Literasi Ekoteologi (Green Dharma) Menuju Harmonisasi Kehidupan, kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta, pelatih, pendamping, dewan juri, dan undangan.
Perlombaan dihadiri Ketua Panitia Utsawa Dharmagita Kabupaten Pasangkayu, Ketua dan Pengurus LPDG Kabupaten Pasangkayu, Pecalang Krama Adat, dewan juri, pelatih, pendamping, official, serta seluruh peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pasangkayu.
Ketua Panitia Utsawa Dharmagita Kabupaten Pasangkayu mengatakan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan generasi Hindu dalam melestarikan ajaran suci melalui seni baca, tutur, dan pemahaman kitab suci.
“Melalui Utsawa Dharmagita, kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ajaran Hindu sekaligus memperkuat nilai-nilai literasi ekoteologi sebagaimana tema yang diusung tahun ini. Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarumat Hindu di Kabupaten Pasangkayu,” ujar Ketua Panitia.
Kegiatan dimulai sejak pukul 06.15 WITA dengan kedatangan peserta di lokasi perlombaan. Selanjutnya pada pukul 07.00 WITA dilakukan registrasi dan persiapan lomba sebelum perlombaan resmi dimulai pukul 08.00 WITA.
Perlombaan mempertandingkan 34 cabang lomba yang terbagi dalam sembilan kategori untuk kelompok anak-anak, remaja, dan dewasa. Setiap cabang dinilai oleh tiga orang dewan juri dengan didampingi dua penanggung jawab kegiatan guna memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan profesional.
Adapun kategori yang diperlombakan meliputi membaca Sloka anak-anak, remaja, dan dewasa, membaca Palawakya, membaca Kekawin, Dharma Wacana Bahasa Indonesia, Dharma Wacana Bahasa Inggris, menghafal Sloka, bercerita keagamaan, Dharma Wiwada, hingga nyanyian keagamaan.
Perlombaan sempat dihentikan sementara pada pukul 12.00 WITA untuk istirahat dan coffee break, kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 13.10 WITA hingga malam hari. Beberapa kategori selesai pada pukul 17.15 WITA, sedangkan kategori Dharma Wacana Bahasa Indonesia Dewasa, Nyanyian Keagamaan, dan Membaca Sloka Remaja dilanjutkan pada sesi malam mulai pukul 19.10 WITA.
Dalam ajang tersebut, kontingen Desa Lilimori, Kecamatan Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Pada kategori Kidung Sloka, pasangan peserta I Putu Adya Abhi Chandra sebagai pembaca Sloka bersama I Gusti Kadek Denisuwara sebagai penerjemah berhasil meraih Juara I.
Salah satu official kontingen Desa Lilimori mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih para peserta.
“Prestasi ini merupakan hasil latihan, kerja keras, dan semangat para peserta dalam mempelajari Dharma Gita. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi generasi muda Hindu lainnya untuk terus melestarikan budaya dan ajaran agama melalui Utsawa Dharmagita,” katanya.
Utsawa Dharmagita merupakan ajang pembinaan seni baca kitab suci dan sastra keagamaan Hindu yang bertujuan meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai keagamaan. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga menjadi media pelestarian budaya serta pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan ajaran Dharma.
Seluruh rangkaian Perlombaan Utsawa Dharmagita Tingkat Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga kegiatan dinyatakan selesai.(*/Gede Eka)



