PALU, – Pertemuan antara masyarakat Kelurahan Tondo dengan pemilik Warung Ajik Tondo (Babi Guling Khas Bali) berlangsung di Kantor Lurah Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Rabu (5/8/2026) sore. Pertemuan yang dihadiri sekitar 20 orang tersebut berlangsung dalam suasana kondusif dan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang disepakati bersama.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Lurah Tondo Mursidin Siraj, Ketua LPM Kelurahan Tondo Aswar, Ketua Adat sekaligus Imam Masjid Gafar Singka, Tokoh Masyarakat Ismail, S.Sos., M.AP, perwakilan Forum Masyarakat Tondo Duyu, Ketua Adat Hindu Sulawesi Tengah Ketut Rupawan, serta pemilik Warung Ajik Tondo, I Nyoman Wawan dan Ajik Gusti.
Lurah Tondo, Mursidin Siraj, dalam sambutannya menegaskan bahwa masyarakat Kelurahan Tondo terbuka terhadap siapa pun yang datang untuk mencari rezeki, selama tetap menghormati nilai-nilai dan norma yang berlaku di lingkungan setempat.
«”Warga masyarakat Kelurahan Tondo sangat menerima jika pendatang mencari rezeki di Kelurahan Tondo. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga toleransi antarumat beragama serta membuka ruang bagi siapa pun yang datang mencari penghidupan,” ujarnya.»
Sementara itu, Ketua Adat Tondo Gafar Singka mengajak seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.
«”Mari kita berbicara dengan menyejukkan hati dan menghapus persoalan yang terjadi. Harapan kami, semua dapat diselesaikan dengan baik melalui musyawarah,” katanya.»
Dalam kesempatan tersebut, Tokoh Masyarakat Tondo, Ismail, S.Sos., M.AP, menjelaskan bahwa aksi warga sebelumnya bukan merupakan aksi penolakan maupun demonstrasi yang telah direncanakan.
«”Masyarakat saat itu sedang melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan. Setelah mengetahui pembukaan rumah makan yang viral di media sosial, warga secara spontan mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi kepada pemilik usaha,” jelasnya.»
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dilakukan pertemuan pada 18 Juli 2026 yang menghasilkan beberapa persyaratan administratif, termasuk dukungan masyarakat sekitar.
«”Pemilik usaha sebelumnya diminta mengumpulkan sekitar 30 tanda tangan beserta fotokopi KTP warga yang menyatakan tidak keberatan. Hingga saat ini baru sekitar 10 orang yang memberikan persetujuan,” ungkap Ismail.»
Meski demikian, menurutnya usaha tersebut telah memiliki izin usaha yang diterbitkan sebelumnya oleh pihak Kelurahan Tondo.
Dalam rapat tersebut, Ketua LPM Kelurahan Tondo, Aswar, membacakan sejumlah rekomendasi yang harus dipenuhi oleh pemilik usaha, di antaranya melengkapi dukungan masyarakat sesuai kesepakatan awal, tidak lagi memasang baliho bergambar babi berukuran besar, tidak melakukan pengolahan maupun pemotongan daging di lokasi usaha, menyediakan tempat khusus pengelolaan limbah, serta tidak memelihara ternak babi di area warung.
Menanggapi rekomendasi tersebut, Ketua Adat Hindu Sulawesi Tengah, Ketut Rupawan, menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi.
«”Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kekisruhan yang terjadi. Mungkin telah terjadi miskomunikasi dengan pemerintah, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat. Seluruh rekomendasi yang telah disampaikan kami terima dengan lapang dada dan akan kami upayakan untuk dipenuhi semaksimal mungkin,” katanya.»
Senada dengan itu, Zulfiah selaku perwakilan pengelola menyatakan pihaknya menerima seluruh rekomendasi yang diberikan.
«”Pengelola menerima dengan ikhlas seluruh rekomendasi yang telah disampaikan. Pada rapat sebelumnya tidak ada peserta yang meminta agar usaha ini ditutup. Yang diinginkan masyarakat adalah adanya penyesuaian terhadap ketentuan dan kesepakatan bersama,” ujarnya.»
Pertemuan berakhir sekitar pukul 17.50 WITA dalam keadaan aman dan tertib.
Berdasarkan hasil pertemuan, masyarakat dan pemilik usaha sepakat mengedepankan dialog sebagai jalan penyelesaian persoalan. Polemik yang sempat muncul dipicu oleh keberadaan warung makan nonhalal yang dinilai sebagian warga belum sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar serta pemasangan spanduk bergambar babi yang dianggap mencolok.
Melalui forum musyawarah tersebut, seluruh pihak berharap komunikasi yang lebih baik dapat terus dibangun sehingga kehidupan masyarakat yang rukun dan toleran di Kelurahan Tondo tetap terjaga.***





